Menjamin Mutu Infrastruktur Banua: Mengenal Pengujian Batas Cair di UPTD Laboratorium Bahan Konstruksi Kalsel
Pembangunan infrastruktur di Kalimantan Selatan menghadapi tantangan geologis yang unik. Dengan karakteristik tanah yang sebagian besar berupa lahan basah, lempung, dan rawa, stabilitas tanah menjadi fondasi paling krusial. Di sinilah peran penting UPTD Laboratorium Bahan Konstruksi Dinas PUPR Provinsi Kalsel hadir sebagai garda terdepan dalam pengujian material.
Salah satu pengujian yang paling vital dalam mekanika tanah adalah Pengujian Batas Cair (Liquid Limit Test).

Apa Itu Batas Cair (Liquid Limit)?
Batas Cair adalah kadar air tertentu di mana suatu tanah berubah perilaku dari keadaan plastis (seperti lempung yang bisa dibentuk) menjadi keadaan cair (mengalir seperti lumpur). Nilai ini sangat penting bagi para insinyur di Kalsel untuk menentukan daya dukung tanah dan potensi pengembangan (swelling) tanah lempung yang sering ditemui di wilayah Banjarbaru, Martapura, hingga Barito Kuala.
Metode Pengujian di Laboratorium PUPR Kalsel
UPTD Laboratorium Bahan Konstruksi Kalsel menggunakan standar nasional SNI 1967:2008 (atau ASTM D4318) dalam menjalankan prosedur ini. Alat utama yang digunakan adalah Alat Casagrande.
Langkah-Langkah Pengujian:
-
Persiapan Sampel: Tanah dikeringkan dan disaring menggunakan saringan No. 40 (0,425 mm). Hanya butiran halus yang diuji.
-
Pencampuran: Sampel tanah dicampur dengan air suling secara bertahap hingga mencapai konsistensi pasta.
-
Peletakan pada Mangkok: Pasta tanah diletakkan di dalam mangkok perunggu alat Casagrande dan diratakan.
-
Pembuatan Alur (Grooving): Menggunakan alat grooving tool, tanah di dalam mangkok dibelah tepat di tengah, menciptakan celah selebar 2 mm.
-
Pemutaran Tuas: Tuas diputar sehingga mangkok jatuh bangun (mengetuk) piringan dasar dengan kecepatan 2 ketukan per detik.
-
Pengamatan: Jumlah ketukan dihitung hingga celah tanah yang terbelah tadi merapat sepanjang 12,7 mm (0,5 inci).
-
Penentuan Kadar Air: Sampel tanah yang merapat diambil untuk diukur kadar airnya menggunakan oven selama 24 jam.
Perhitungan dan Analisis Data
Pengujian ini dilakukan minimal 3 hingga 4 kali dengan kadar air yang berbeda-beda untuk mendapatkan variasi jumlah ketukan (biasanya antara 15 hingga 35 ketukan).
Data tersebut kemudian diplot ke dalam grafik semi-logaritmik yang disebut Kurva Aliran (Flow Curve). Sumbu datar (log) mewakili jumlah ketukan, dan sumbu tegak mewakili kadar air.
Definisi: Batas Cair ($LL$) didefinisikan sebagai kadar air pada saat celah tanah merapat pada tepat 25 ketukan.
Mengapa Pengujian Ini Penting untuk Kalimantan Selatan?
Hasil dari pengujian di UPTD Laboratorium Bahan Konstruksi ini memberikan data krusial bagi proyek-proyek strategis di Kalsel, seperti:
-
Pembangunan Jalan Raya: Tanah dengan Batas Cair yang terlalu tinggi cenderung sangat ekspansif (mudah retak saat kering dan lembek saat hujan), sehingga memerlukan stabilisasi khusus (misal: penambahan kapur atau semen).
-
Pembangunan Gedung Pemerintah: Menentukan jenis fondasi yang tepat agar bangunan tidak miring atau ambles di lahan rawa.
-
Klasifikasi Tanah: Batas Cair adalah parameter utama untuk menentukan Indeks Plastisitas ($PI$), yang digunakan dalam sistem klasifikasi tanah USCS maupun AASHTO.
Komitmen Layanan UPTD Laboratorium PUPR Kalsel
UPTD Laboratorium Bahan Konstruksi Dinas PUPR Kalsel berkomitmen pada akurasi data. Dengan peralatan yang terkalibrasi secara berkala dan tenaga penguji yang bersertifikat, laboratorium ini memastikan bahwa setiap material konstruksi yang digunakan dalam pembangunan daerah telah memenuhi standar keamanan teknis yang ketat.
Bagi para kontraktor, konsultan, maupun mahasiswa di Kalimantan Selatan, laboratorium ini menjadi pusat rujukan utama untuk menjamin bahwa infrastruktur yang dibangun hari ini dapat berdiri kokoh untuk generasi Banua di masa depan.